Pengertian Kain Nilon

21191 views

Serat NilonPengertian kain Nilon adalah kain sintetis yang terbuat dari produk minyak bumi. Bahan yang satu ini sering diperdebatkan mengenai benar atau tidaknya nilon merupakan serat sintetis pertama yang dibuat oleh manusia. Jika katun, sutera, linen dan wol semuanya berasal dari tumbuhan atau hewan, nilon sepenuhnya merupakan kain sintetis.

Serat Nilon dikenal karena kekuatannya, elastisitas, tidak mudah rusak, dan ketahanannya terhadap minyak dan lemak. Nilon tahan terhadap abrasi, dan tidak menyusut atau meregang saat dicuci. Kain nilon memiliki tingkat daya serap yang rendah, karenanya kain ini sering digunakan untuk pakaian renang, olah raga, dan juga pakaian pengantin. Salah satu kelemahannya adalah bahan ini dapat terdegradasi oleh sinar ultraviolet. Sedangkan kelebihan lainnya adalah sbb:

  • Tidak mudah rusak, terkoyak atau lecet
  • Tahan terhadap air dan panas
  • Tidak mendukung perkembangan jamur dan kerusakan kimia.

Dikembangkan pertama kali pada tahun 1930-an dengan tujuan untuk menggantikan bahan sutera yang pada saat itu sangat mahal dan langka. Pada mulanya, bahan ini tidak begitu populer sebelum pada akhirnya menjadi terkenal ketika stoking berbahan baku nilon diperkenalkan ke publik. Nilon menjadi sangat laku sampai pada saat itu tidak tersedia untuk umum karena banyak digunakan untuk perang dunia kedua untuk membuat parasut, seragam militer, pakaian, bagian dari mesin, ban dll.

Seperti halnya bahan sintetis lain, nilon diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Amerika bernama Wallace Carothers, di perusahaan Dupont Chemical, yang terus memproduksi sampai hari ini. Nlon merupakan serat kedua yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Hal Ini dikarenakan bahan ini relatif mudah untuk dibuat dan sangat fleksibel meskipun bahan ini mempunyai basis plastik sintetis. Namun, nilon juga memiliki tingkat peluruhan atau penguraian yang sangat lambat (seperti banyak produk minyak bumi lainnya), yang mengakibatkan akumulasi produk yang sudah tak dibutuhkan di tempat pembuangan sampah.

Proses Pembuatan Nilon

Awalnya, nilon dibuat dengan menggabungkan bahan kimia yang diperlukan yang di ekstrak dari minyak bumi, gas alam, batu bara, udara, air, dan produk lainnya. Saat ini, banyak produk produk nilon yang ada di pasar dibuat dengan metode dasar yang sama.
Proses pembuatan benang nilon terdiri dari beberapa tahap dasar diantaranya adalah kombinasi kimia (polimerisasi) dan proses manufaktur (open polimerisasi).

Tahap pertama dalam produksi benang nilon adalah proses kimia yang disebut polimerisasi. Dalam tahap ini, bahan kimia yang diperlukan untuk membuat nilon digabungkan dan dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi. Proses pemanasan ini dilakukan untuk menghilangkan air dan menginduksi polimerisasi ketika molekul kecil bergabung untuk membentuk molekul yang besar.

Nilon dibuat melalui proses kimia yang disebut “polimerisasi pembukaan cincin” (ring opening polymerization), di mana molekul yang berbentuk seperti cincin dibuka dan diratakan. Pada reaksi ini, molekul dengan bentuk cincin seperti hidrokarbon yang dtemukan dalam minyak bumi diproses ke berbagai jenis asam dan basa.

Struktur molekul berbentuk cincin ini diratakan lalu dipanjangkan sehingga molekul-molekul tersebut bisa terhubung satu dengan yng lainnya dan menjadi rantai molekul yang panjang pada proses pemanasan diatas 600 derajat Fahrenheit.

Setelah melalui berbagai proses diatas, cairan nilon tercipta dan siap untuk pindah ke proses manufaktur. Cairan dengan high surface tension ini akan mengeras menjadi padat jika mendingin atau terekspos udara. Tahap selanjutnya adalah memasukkan cairan nilon ini melalui lubang kecil pada spinnerete dan setelah keluar, yang kita dapatkan adalah sehelai benang nilon yang sebenarnya merupakan cairan nilon yang telah mengeras menjadi padat.

Baca juga:Pengertian kain rayon

Hasil Pencarian Lainnya: